Kenaikan BBM Batal, KIM JEKI Minta Pengecer di Jember Kidul Normalisasikan Harga

  • Apr 01, 2026
  • M. David Kuswara
  • Politik & Kepemerintahan , Ekonomi, Keuangan & Bisnis

Jember Kidul [01/04/2026] SI JUKI (Seputar Informasi Jangkauan JEKI) – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jember Kidul mengeluarkan imbauan tegas kepada para penjual BBM eceran di wilayah Jember Kidul agar tidak menaikkan harga secara sepihak. Hal ini merespons temuan di lapangan terkait lonjakan harga eceran yang mencapai Rp15.000 per liter.

Temuan Lapangan di Sejumlah Titik

Ketua KIM JEKI mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan langsung di beberapa titik, ditemukan pedagang eceran yang sudah menaikkan harga jauh di atas kewajaran. Saat dilakukan konfirmasi kepada para pedagang, alasan utama mereka adalah adanya isu bahwa harga BBM akan mengalami kenaikan per 1 April 2026.

"Kami menemukan fakta bahwa di tingkat pengecer, harga sudah menyentuh angka 15 ribu rupiah. Alasan mereka seragam, yakni mengantisipasi rencana kenaikan harga di bulan April. Namun, kenyataannya pemerintah telah memutuskan bahwa BBM batal naik," ujar Ketua KIM JEKI.

KIM JEKI meminta kerja sama para pelaku usaha bensin eceran untuk tetap mengikuti harga resmi dan tidak terjebak dalam spekulasi informasi yang tidak akurat. Kenaikan harga yang drastis di tingkat bawah sangat memberatkan masyarakat, terutama para pekerja lapangan dan warga yang membutuhkan mobilitas cepat di lingkungan Jember Kidul.

Poin-poin penting imbauan KIM JEKI:

 * Hentikan Spekulasi: Informasi kenaikan BBM per April tidak terealisasi, sehingga tidak ada alasan untuk mempertahankan harga tinggi.

 * Normalisasi Harga: Pengecer diharapkan segera menurunkan harga kembali ke tarif normal seperti sedia kala.

 * Cek Kebenaran Informasi: Warga dan pedagang diminta untuk selalu memverifikasi berita melalui saluran resmi atau media sosial KIM JEKI agar tidak termakan isu hoaks.

Selain mengimbau pedagang, KIM JEKI juga mengajak masyarakat Jember Kidul untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Kesadaran bersama untuk menjaga harga tetap stabil sangat diperlukan guna menjaga daya beli masyarakat di tingkat kelurahan.

"Mari kita jaga wilayah kita tetap kondusif. Jangan sampai warga kita sendiri terbebani oleh harga yang tidak semestinya hanya karena salah informasi," tutup Ketua KIM JEKI.

Redaksi: Tim Media KIM Jember Kidul (JEKI)