Padukan Sound Horeg dan Musik Patrol, Takbir Keliling Majlis Sholawat Al Ghofilin Jember Kidul Tampil Beda dan Edukatif
- May 26, 2026
- M. David Kuswara
- Budaya, Hiburan & Gaya Hidup
Jember Kidul [26/052026] – Suasana malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H di wilayah Jember Kidul berlangsung meriah dan penuh inovasi. Majlis Sholawat Al Ghofilin mempelopori kegiatan takbir keliling dengan konsep unik yang sukses mencuri perhatian ribuan warga, yakni memadukan tren sound system besar (sound horeg) dengan kesenian tradisional khas Jember, musik patrol.
Jika belakangan ini fenomena sound horeg sering mendapat sorotan negatif karena kerap diidentikkan dengan tarian tidak senonoh atau musik yang kurang islami, takbir keliling kali ini justru membuktikan sebaliknya. Al Ghofilin berhasil mengemas tontonan massal ini menjadi syiar yang bersih, tertib, dan sarat akan nilai budaya.
Sejak selepas isya, dentuman bass dari sound berukuran jumbo sudah mulai tertata rapi di atas armada truk. Namun, alih-alih memutar musik disko atau remix, sound berkekuatan besar tersebut menggelegarkan gema takbir yang dipadukan secara langsung dengan ketukan ritmis alat musik bambu khas patrol Jember.
Ketua panitia penyelenggara dari Majlis Sholawat Al Ghofilin menyampaikan bahwa konsep ini sengaja diambil untuk menjembatani tren masa kini dengan pelestarian budaya lokal, sekaligus menjaga kesucian malam hari raya.
Kami ingin menunjukkan bahwa sound horeg bisa dibawa ke arah yang positif. Tidak perlu ada bumbu-bumbu negatif seperti penari seksi (dancer). Di sini, kekuatannya ada pada kolaborasi selawat, takbir, dan musik patrol khas Jember. Jadi, pemuda yang suka sound dapat wadahnya, dan syiar islamnya tetap tersampaikan dengan indah," ujarnya.
Sepanjang rute keliling di kawasan Jember Kidul, masyarakat tampak menyemut di pinggir jalan. Mulai dari anak-anak hingga orang tua antusias menyaksikan iring-iringan. Sentuhan musik patrol membuat lantunan takbir terasa lebih dinamis, hangat, dan membangkitkan nostalgia ramah lingkungan, namun tetap megah berkat sokongan audio yang mumpuni.
Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat setempat. Langkah Majlis Sholawat Al Ghofilin dinilai cerdas dalam merangkul kreativitas pemuda agar tidak terjerumus pada kegiatan negatif di malam takbiran. Konsep adaptif seperti ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Jember dalam menggelar kegiatan serupa di masa mendatang.
Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif hingga akhir rute, menyisakan decak kagum dari warga yang merindukan hiburan rakyat yang positif dan berbudaya.
Redaksi : KIM JEKI