KIM Jeki Jadi Satu-satunya Perwakilan 'KIM' di Pelatihan Media Informasi Kebencanaan BPBD Jember
- Mar 06, 2026
- M. David Kuswara
- Hukum, Kriminalitas & Kemanan Publik, Sosial, kesehatan & Pendidikan
Tegal Gede [06/03/2026] SI JUKI (Seputar Informasi Jangkauan JEKI) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menggelar pelatihan intensif mengenai pengelolaan media informasi kebencanaan pada hari ini, Di tengah puluhan peserta yang hadir, sosok perwakilan dari KIM Jeki mencuri perhatian sebagai satu-satunya perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Jember yang mengikuti giat tersebut.
Pelatihan yang diinisiasi oleh BPBD Jember ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam penyebaran informasi saat terjadi bencana. Mengingat Jember memiliki topografi yang beragam, kecepatan informasi yang akurat sangat krusial untuk meminimalisir risiko.
Kehadiran KIM Jeki dianggap sebagai langkah progresif. Sebagai lembaga komunikasi masyarakat, keterlibatan mereka menjadi jembatan penting untuk menerjemahkan data teknis kebencanaan dari BPBD menjadi bahasa yang lebih mudah dipahami oleh warga lokal.
Meski Jember memiliki banyak Kelompok Informasi Masyarakat yang tersebar di berbagai desa, hanya KIM Jeki yang terpantau hadir dan aktif dalam pelatihan hari ini. Hal ini menunjukkan komitmen tinggi dari KIM Jeki untuk melek terhadap isu mitigasi bencana melalui platform digital.
"Partisipasi ini sangat penting. Kita ingin memastikan bahwa informasi bencana bukan sekadar berita, tapi instruksi keselamatan yang sampai ke telinga masyarakat dengan cepat dan tepat," ujar salah satu instruktur pelatihan.
Materi Pelatihan
Selama kegiatan berlangsung, perwakilan KIM Jeki bersama peserta lainnya dibekali beberapa materi utama, antara lain:
- Teknik Jurnalistik Kebencanaan: Cara melaporkan kejadian tanpa menimbulkan kepanikan (anti-hoaks).
- Optimalisasi Media Sosial: Pemanfaatan platform digital untuk pemetaan titik bencana secara real-time.
- Etika Peliputan: Menjaga privasi korban namun tetap informatif.
Dengan bekal pelatihan ini, KIM Jeki diharapkan mampu menjadi motor penggerak literasi bencana di wilayahnya, memastikan warga tidak hanya menerima informasi, tetapi juga tahu apa yang harus dilakukan saat keadaan darurat terjadi.