Laporan Terkini: Jember Kidul Lumpuh, Antrean BBM Mengular 1 KM Akibat Eskalasi Konflik Selat Hormuz

  • Mar 05, 2026
  • M. David Kuswara
  • Politik & Kepemerintahan

 

​Jember Kidul [5/02/2026] SI DIMAS (Seputar Informasi Dari Masyarakat) – Suasana malam di wilayah Jember Kidul (JEKI) yang biasanya tenang di sela ibadah Ramadhan, mendadak berubah menjadi mencekam. Pantauan langsung di lapangan hingga pukul 23.40 WIB menunjukkan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan tersebut mengular hingga mencapai jarak 1 kilometer. 

Kepanikan warga dipicu oleh kabar terbaru mengenai penutupan total jalur maritim Selat Hormuz di Timur Tengah. Jalur tersebut merupakan urat nadi utama pasokan minyak mentah dunia, termasuk untuk kilang-kilang di Indonesia. Putusnya jalur distribusi internasional ini memicu kekhawatiran massal akan terjadinya kelangkaan BBM nasional dalam waktu dekat.

Fenomena panic buying terlihat jelas di sepanjang jalur menuju Jember Kidul. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak memadati badan jalan, menyebabkan kemacetan total di beberapa titik krusial.

​"Saya dengar di berita kalau Selat Hormuz ditutup perang. Takutnya besok bensin hilang atau harganya naik gila-gilaan, jadi mending antre sekarang walaupun harus nunggu berjam-jam," ujar salah satu warga yang sedang mengantre di SPBU terdekat.

Hingga berita ini diturunkan, pasokan BBM ke wilayah Jember sebenarnya masih terpantau stabil melalui distribusi truk tangki dari Terminal BBM Tanjung Wangi, Banyuwangi. Namun, lonjakan permintaan yang tiba-tiba dalam satu waktu membuat stok di sejumlah nosel SPBU menipis lebih cepat dari jadwal pengisian ulang.

​Pihak kepolisian setempat mulai terlihat di lokasi untuk mengatur lalu lintas yang mulai tidak terkendali akibat antrean yang memakan hampir separuh lebar jalan raya.

Pemerintah dan pihak berwenang sebelumnya telah menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Stok cadangan BBM nasional diklaim masih dalam batas aman untuk beberapa pekan ke depan. Namun, narasi penutupan jalur minyak dunia tampaknya jauh lebih kuat mempengaruhi psikologis massa malam ini.