Optimalkan Potensi Lokal, Jember Kidul Gelar Pelatihan Pembuatan Sirup Bunga Telang dan Pemasaran Digital

  • Apr 26, 2026
  • M. David Kuswara

Jember Kidul [26/04/2026] SI JUKI (Seputar Informasi Jangkauan JEKI) – Kelurahan Jember Kidul terus bergerak memperkuat ekonomi kreatif melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan (PPMDK). Kali ini, fokus diarahkan pada "Optimalisasi Potensi Lokal" melalui pelatihan pembuatan sirup bunga telang, teknik pengawetan minuman bahan alami, serta strategi pemasaran di era digital.

Acara yang dipusatkan di balai pertemuan warga ini dibuka secara resmi oleh Camat Kaliwates tepat pada pukul 11.00 WIB. Dalam arahannya, Camat Kaliwates mengapresiasi inisiatif warga dalam memanfaatkan tanaman pekarangan menjadi produk bernilai jual tinggi.

"Inovasi adalah kunci. Dengan mengolah bunga telang menjadi sirup dan memahami pemasaran digital, warga Jember Kidul bisa mandiri secara ekonomi dan produknya bisa dikenal hingga luar daerah," tegas Camat Kaliwates dalam sambutannya.

Untuk memastikan materi teknis tersampaikan dengan akurat, kegiatan ini menghadirkan instruktur dari Komunitas Surema (Sumber Rejeki Makmur) asal Jember Lor. Para pemateri membedah tiga poin utama bagi para peserta:

  • Produksi Kreatif: Teknik mengolah bunga telang menjadi sirup yang menarik secara visual dan rasa.
  • Keamanan Pangan: Cara pengawetan minuman menggunakan bahan alami agar daya simpan lebih lama namun tetap sehat dikonsumsi.
  • Go Digital: Langkah-langkah memasarkan produk melalui media sosial agar bisa bersaing di pasar modern.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi praktik langsung pembuatan sirup. Bunga telang yang selama ini hanya dianggap tanaman hias, kini bertransformasi menjadi produk minuman segar yang siap dikemas secara profesional.

Melalui program pemberdayaan ini, diharapkan muncul klaster-klaster UMKM baru di wilayah Jember Kidul yang mampu menguasai rantai produksi dari hulu ke hilir—mulai dari penanaman, pengolahan, hingga distribusi digital.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif mengenai tantangan pemasaran di lapangan, memberikan bekal nyata bagi warga untuk segera memulai usaha mandiri.

 

Redaksi : KIM JEKI