SABTU KREATIF : Magot Menjadi Jawaban dari Penumpukan Sampah Organik
- Nov 03, 2025
- M. David Kuswara
1,8 ton sampah organik setiap harinya bermunculan di wilayah Tegal Gede, tanpa ada tindakan akan segera launcing samudra sampah organik namun KIM Reng Tegal Gede menjawab tantangan tersebut dengan memanfaatkan larva lalat BSF.
Kelurahan Tegal Gede [1 November 2025], Dalam sabtu kreatif yang diadakan oleh DISKOMINFO JEMBER kali ini di isi oleh KIM Reng Tegal Gede yang dimana membawakan program andalannya yaitu larva lalat BSF yang sering dikenal dengan Magot.
Selain tinggi protein, Magot dikemas sedemikian oleh teman-teman KIM Reng Tegal Gede menjadi pembasmi sampah organik yang kalau dibiarkan akan menjadi masalah kesehatan serta lingkungan.
Seperti yang di jelas oleh Arif KIM Reng Tegal Gede tentang siklus magot "Berawal dari telur yang dimana akan melahirnya yang namanya larva, larva ini lah yang nantinya menjadi pusat sampah organik dihabiskan, lalu akan menjadi prepupa dalam perkembangan nya yang cirinya warna hitam dan sedikit keras disini daya makannya sudah berkurung, prepupa akan mencari tempat yang kerin untuk menjadi pupa yang keras yang nantinya menjadi lalat untuk proses perkembangan biakannya"
Ternyata selain menjadi jawaban atas masalah sampah organik, magot juga menjadi protein utama untuk kebutuhan ikan lele, dan protein tambahan untuk unggas.